oleh

Siapa Cawapres Prabowo 2029?

Suka tidak suka, inilah fakta politiknya. Butuh waktu untuk mengubah cara berpikir pemilih. Karena politik, urusannya adalah kemenangan dan bagaimana cara menang. Karena iti, suara mayoritas akan jadi prioritas.

Kedua, PAN bukan partai besar. Capres akan lebih memilih tokoh yang disupport oleh partai besar. Golkar misalnya, jauh lebih potensial.

Baca Juga  Catatan Dari Kota Pahlawan - Soeroboyo : Tak Ucapkan Bela Sungkawa Syahidnya Ali Khamenei, Muslim Arbi: Prabowo Takut dengan Amerika

Memang, kompetisi pilpres adalah kompetisi tokoh. Tokoh yang punya elektabilitas tinggi potensial untuk didorong maju, baik sebagai capres maupun cawapres. Inilah persoalan ketiga, bahwa Zulhas bukan tokoh yang mudah dijual. Jejakmya selalu dikait-kaitkan dengan kasus di kementerian kehutanan. Ini telah menjadi memori publik yang sulit direcovery. Ini problem yang cukup resisten. Meski, kasus ini belum tentu terbukti kebenarannya. Sebab, bukti itu adanya di pengadilan. Sementara politik, itu urusan persepsi.

Baca Juga  Negara-Negara Teluk Jangan Jadi Pengecut

Cari pasangan di pilpres bukan soal kedekatan dan kesetiaan. Zulhas dan PAN mungkin adalah pihak yang setia terhadap Prabowo. Tapi, kesetiaan tidak memiliki hubungan rasionalitas terhadap elektabilitas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *