JAKARTA —Malut Institue, LSM yang bergerak di bidang advokasi kebijakan publik menyatakan menolak PT.Ormat, perusahan yang disebut -sebut berafiliasi dengan sistem ekonomi Israel sebagai pengelola Geothermal atau panas bumi Talaga Rano, Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.
Sikap Malut Institute ini menambah daftar elemen bangsa yang menolak kehadiran PT.Ormat Geothermal Indonesia di Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.
Sebelumnya, FORNUSA, Masyarakat Adat Waiyoli, SEMAINDO, GCP, FORMAPAS, LMD, menyusul sejumlah tokoh diantaranya dai Dr.(Cand) Thariq Kasuba, Lc.MA, intelektual Muhammad Zulfikar Rakhmat dan Wishnu Try Utomo menyatakan penolakan atas kehadiran PT.Ormat itu.
Menurut AbduRahim Fabanyo, Direktur Malut Institute, kehadiran perusahan Zionis Yahudi itu melukai hati rakyat indonesia yang masih dirudung kesedihan terhadap warga Gaza yang menjadi korban genosida Yahudi Israel.
“Malut Institute menolak karena solidaritas atas korban genosida warga Gaza, penjajah tidak bisa hidup di bumi NKRI”ujar AbduRahim Fabanyo Tegas.
AbduRahim menyesakan sikap pemerintahan Presiden Prabowo melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadila yang memberikan peluang bagi PT.Ormat mengelola panas bumi di Jailolo, Halmahera Barat.
“Apa pemerintah sudah kehilangan sanse of crisis atas warga Gaza yang di genosida Yahudi Israel”tukas dia.







Komentar