oleh

Jawa Barat dan Rakyat Kecil Yang Lagi-Lagi Dikorbankan

Umum yang dilakukan pemerintah, baik pusat maupun daerah, lebih suka mengambil jalan pintas dalam menyelesaikan setiap masalah. Karena jalan pintas, hasilnya ya juga sepintas saja.

Rakyat miskin, kasih BLT. Ngasihnya saat jelang pemilu. Sepintas ok. Tapi strategi ini jika dilakukan sebagai program jangka panjang, dan ini yang terjadi di Indonesia puluhan tahun, justru membuat rakyat malas dan tidak produktif. Kenapa pemerintah tidak mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan ekonomi pedesaan yang lebih terukur, mendorong usaha manufaktur dan UMKM, meningkatkan SDM dan skill rakyat, memudahkan setiap bisnis dan investasi untuk tumbuh dan menghilangkan segala proses birokratik yang mempersulitnya.

Baca Juga  PELUIT YANG MENGIRIS HARAPAN DI GELORA BANDUNG LAUTAN API

BLT mirip dengan kebijakan Jawa Barat dalam mengurai kemacetan saat lebaran. Seperti sudah putus asa. Gagal mengurai kemacetan, gojek, angkot dan akang becak suruh libur. Praktis !

Apakah setiap lebaran nanti Angkot, gojek dan becak akan diliburkan dan dapat kompensasi?

Siap-siap jadi sopir angkot, gojek dan akang becak jika ingin kompenssi lebaran. Peluang nganggur dapat uang.

Baca Juga  Nuzulul Quran: Algoritma Iqra dalam Menangkal Disrupsi Post-Truth dengan Epistimologi Wahyu.

Untuk kepala daerah yang lain, apakah anda tertarik untuk meniru cara ini?

Jakarta, 20 Pebruari 2026.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *