oleh

Dinilai Terlibat “Mining Gate” : Gubernur Sherly Tjoanda Didesak Harus Mundur

-HEADLINE-1002 Dilihat

Di balik angka-angka dan pasal-pasal hukum, ada realitas yang lebih sunyi namun tak kalah penting: kerusakan lingkungan. Aktivitas tambang tanpa izin di kawasan hutan lindung Pulau Gebe berpotensi menyebabkan deforestasi, pencemaran air, dan kerusakan ekosistem yang tak tergantikan.

“Ini bukan hanya soal uang dan kekuasaan. Ini soal masa depan lingkungan dan masyarakat lokal yang hidup dari alam,” kata Rina Latuconsina, aktivis lingkungan dari Maluku Utara.

Baca Juga  Gub Sherly Lempar Tuntutan Terhadap PT.Ormat Ke Pusat, Muslim Arbi Kecam


Bukan Kasus Pertama, Tapi Harus Jadi yang Terakhir

Kasus Sherly Tjoanda menambah daftar panjang kepala daerah yang tersandung skandal korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Dari Nurdin Abdullah di Sulsel, Ratu Atut di Banten, hingga Lukas Enembe di Papua — semua menunjukkan pola yang sama: kekuasaan yang tak diawasi, akan mencari celah untuk disalahgunakan.

Baca Juga  Muslim Arbi Apresiasi BADKO HMI Malut “Haram”Kan Menteri ESDM Ke Bumi Moloku Kie Raha

Kini, publik menanti: apakah Sherly akan mengikuti jejak mereka, atau memilih mundur sebelum dipaksa?

Penutup: Ujian bagi Demokrasi dan Penegakan Hukum

Skandal “Mining Gate” bukan hanya ujian bagi Sherly Tjoanda, tapi juga bagi sistem hukum dan demokrasi di Indonesia. Apakah hukum akan tajam ke atas, atau kembali tumpul saat berhadapan dengan kekuasaan?

Baca Juga  Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Desakan publik semakin kuat. Tekanan moral dari tokoh masyarakat, pemuda, dan aktivis lingkungan terus bergema. Kini, bola ada di tangan aparat penegak hukum dan lembaga negara.

Apakah mereka akan bertindak? Atau membiarkan Maluku Utara tenggelam dalam lumpur tambang dan krisis kepercayaan?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *