oleh

Rubrik Sosio – Puasa : AMBANG SUCI : ETNOGRAFI KEDATANGAN RAMADHAN

Oleh : M.Guntur Alting

SORE yang berangin, lelaki tua paruh baya itu berdiri mematung di ujung dermaga yang mulai lapuk.

Matanya yang mulai “mengeruh” terus menatap garis horizontal di mana laut dan langit bertemu.

Di tangannya, sebuah teropong kuno yang sudah mulai memudar warnanya digenggam erat.

Ia tidak sendirian, di sekelilingnya, belasan warga kampung berbisik-bisik, menciptakan keriuhan rendah yang beradu dengan suara ombak.

Baca Juga  Sosio-Puasa | Hari : 5/6 : DARI ALGORITMA LANGIT KE ALGORITMA DIGITAL

Bagi warga di pesisir ini, datangnya Ramadhan bukanlah sekadar pengumuman dari layar televisi di ibu kota.

Ramadhan adalah sebuah peristiwa sensorik. Ia hadir melalui aroma air laut yang terasa lebih tenang, melalui arah angin yang mendadak berubah, dan tentu saja, melalui setitik cahaya di langit yang disebut “hilal.”

–000–

Dalam diskursus antropologi, agama bukan sekadar sistem kepercayaan transenden, melainkan sebuah sistem kebudayaan yang menggerakkan perilaku manusia secara kolektif.

Baca Juga  Sosio-Puasa | Hari-19/20 : PARADOKS NIAT

Memasuki Ramadan, masyarakat Muslim dunia tidak hanya berpindah bulan, tetapi melakukan sebuah transisi ontologis.

Mengacu pada teori Victor Turner, Ramadan dapat dibaca sebagai sebuah”Rite of Passage” atau ritus perlaihan yang masif dan sistematis.

Karena itu, ia bukanlah sekadar angka dalam kalender Hijriah. Ia adalah sebuah reorganisasi ruang dan waktu.

Saat hilal terlihat di cakrawala, masyarakat bertransisi, dalam istilah sosiolog Emil Durkheim dari waktu profan (biasa) menuju waktu yang sakral atau suci.

Baca Juga  Sosio-Puasa | Hari-9/10 : 23 RAKAAT YANG MELURUH

–000-

Apa yang memberi gambaran pada kita sebagai sebuah Etnografi Puasa?

Pertama: Liminalitas Ruang Antara yang Profan dan Sakral

Memasuki Ramadan, kita sedang memasuki ‘fase liminalitas’—sebuah ambang pintu di mana identitas keseharian kita ditangguhkan demi pencapaian derajat spiritual yang lebih tinggi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *