Sumber ini juga menegaskan bahwa berdasarkan hasil investigasi dan analisis rekaman yang beredar, tidak ditemukan suara langsung dari Wali Kota maupun Sekda. “Yang ada hanya klaim sepihak dan bawa-bawa nama. Ini cara-cara kotor untuk menjatuhkan lawan politik,” ujarnya.
JA yang dimintai Komfirmasi belum memberikan tanggapanya.Pesan konfirmasi melalui laman whatsaapnya telah masuk dengan tanda contreng dua di pojok WA namun belum menanggapinya.
“Ass pak, ijin Komfirmasi : isu makelar proyek di kota ternate yang menyeret nama Walikota dan Sekda diduga sebagai konspirasi politik di seleksi direktur dan Dewas Perumda Ake Gaale.
Nama pak JA di isukan berada dibalik dugaan konspirasi ini yg Tujuanya sengaja membenturkan slh satu calon direktur HT (Dewas) dengan walikota dan Sekda.
Terkait isu ini juga ada aroma kepentingan isu Waikota ke Pilgub dan Sekda ke pilwako.Mhn tanggapan”demikian pesan Komfirmasi yang kami layangkan.
Lebih mengkhawatirkan lagi, isu ini diduga tidak berdiri sendiri. Ada indikasi kuat bahwa manuver ini berkaitan erat dengan agenda politik yang lebih besar: Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Ternate 2030. Wali Kota Ternate disebut-sebut tengah dipersiapkan untuk maju di Pilgub, sementara Sekda menjadi salah satu nama kuat dalam bursa Pilwako.
“Ini bukan hanya soal jabatan Dirut Perumda. Ini soal peta kekuasaan di Pilgub dan Pilwako. Ada pihak-pihak yang ingin mengacaukan konstelasi politik dengan memainkan isu murahan,” tegas sumber tersebut.









Komentar