Menurutnya, menyalahkan rakyat atas mahalnya biaya Pilkada adalah bentuk pengalihan isu yang menyesatkan. Ia menegaskan bahwa sumber utama dari mahalnya Pilkada bukanlah di bilik suara, melainkan di ruang-ruang gelap para elit partai politik. “Politik uang itu bukan dimulai dari rakyat, tapi dari gerbang pencalonan yang transaksional dan penuh mahar politik,” tegasnya.
Said menyindir keras para elit yang seolah-olah menjadi penyelamat demokrasi dengan mengusulkan Pilkada tak langsung. Padahal, kata dia, justru elit-elit inilah yang merancang sistem kekuasaan yang cacat sejak awal. “Rakyat hanya jadi penonton di hilir, tapi disalahkan atas kerusakan sistem di hulu. Ini seperti menyalahkan air karena banjir, padahal yang rusak bendungannya,” sindirnya tajam.














Komentar