Ia juga mempertanyakan logika di balik usulan pengembalian Pilkada ke DPRD. “Kalau gubernur, bupati, dan wali kota dipilih DPRD, presiden dipilih MPR, lalu anggota DPRD, DPR, dan DPD dipilih oleh siapa? Jangan-jangan nanti rakyat cuma dikasih hak pilih untuk nonton debat di TV,” katanya dengan nada satir.
Said menutup pernyataannya dengan ajakan untuk tidak membunuh demokrasi hanya karena takut menghadapi realitas. “Kalau sistem rusak, yang diperbaiki sistemnya, bukan hak rakyatnya yang dicabut. Jangan karena takut kalah, lalu rakyat disingkirkan dari panggung demokrasi,” pungkasnya.
Sebagai pernyataan penutup, Said A.Alkatiri dengan pernyataan : Pilkada memang mahal, tapi menyalahkan rakyat adalah jalan pintas yang menyesatkan. Saatnya elit politik bercermin, bukan lempar batu sembunyi tangan. Demokrasi bukan soal murah atau mahal, tapi soal siapa yang berdaulat: rakyat atau segelintir elit.***








Komentar