Morotai, Maluku Utara – Langkah Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua dan Wakil Bupati Rio Christian Pawane dalam merayakan Natal 2025 mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Salah satunya datang dari Sosiolog Universitas Khairun (Unkhair), Syahrir Ibnu, yang menilai kehadiran keduanya dalam peresmian Gereja GMIH O’Silo Loumadoro sebagai bentuk diplomasi sosial yang strategis dan bermakna dalam konteks keberagaman masyarakat Morotai.
Menurut Syahrir, tindakan tersebut bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan cerminan dari kepemimpinan yang sadar akan struktur sosial masyarakat yang plural. “Morotai adalah ruang sosial yang dihuni oleh umat Islam dan Kristen dalam komposisi yang relatif seimbang. Dalam konteks ini, rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat ritual, tetapi juga institusi sosial yang membentuk nilai dan solidaritas komunal,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung rumah ibadah lintas agama merupakan upaya membangun kepercayaan sosial, baik antarwarga maupun antara masyarakat dan negara. “Toleransi bukan KOLABORASI TEOLOGIS atau peleburan iman melainkan pengakuan atas otonomi moral dan teologis setiap agama. Negara harus hadir menjamin rasa aman dan penghormatan terhadap keyakinan masing-masing,” jelasnya.









Komentar