oleh

Festival Gastronomi—Ternate Bangkit dari Sejarah: Strategi Cerdas Wali Kota Tauhid Soleman Menjadikan Kota Rempah sebagai Pilar Pembangunan

-HEADLINE-1194 Dilihat

Ternate, 23 Desember 2025. —- Di tengah keterbatasan sumber daya alam tambang, Kota Ternate justru menunjukkan ketangguhan luar biasa dalam membangun masa depan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si, kota yang pernah menjadi pusat kejayaan rempah dunia ini kini bangkit dengan strategi pembangunan berbasis sejarah dan budaya. Festival Gastronomi Ternate 2025 menjadi bukti nyata bagaimana “puing-puing” kejayaan masa lalu disulap menjadi fondasi ekonomi kreatif masa kini.

Baca Juga  Ada Apa? Rapat KPK dengan Gubernur Sherly dan Jajaran Pemprov Malut Digelar Tertutup untuk Jurnalis

Bertempat di Benteng Oranje, simbol kejayaan kolonial dan perdagangan rempah masa silam, Festival Gastronomy Ternate 2025 resmi dibuka sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Ternate (HAJAT) ke-775. Lebih dari sekadar festival kuliner, acara ini menjadi panggung strategis untuk mempertegas identitas Ternate sebagai Kota Rempah sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi lokal melalui warisan budaya.

Baca Juga  Muslim Arbi Pertanyakan Mandeknya Dugaan Korupsi Bansos yang Seret Nama Herman Hery

Dengan mengusung tema “Perempuan dan Rempah”, festival ini menyoroti peran sentral perempuan dalam menjaga, mengolah, dan mewariskan kekayaan rempah Ternate dari generasi ke generasi. Konsep living museum yang diusung menjadikan festival ini bukan hanya tontonan, tetapi juga pengalaman edukatif dan emosional yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan Ternate.

Baca Juga  GUNUNG DUKONO MELETUS : Anggota DPR RI IAK Desak “Zero Tolerance” Pendakian Ilegal, Soroti Standar Keamanan Pariwisata Malut

Wali Kota Tauhid Soleman dalam sambutannya menegaskan bahwa gastronomi bukan sekadar urusan dapur, melainkan strategi pembangunan yang berakar pada identitas sejarah. “Gastronomi dan kuliner berbasis rempah adalah identitas sejarah kita. Festival ini tidak hanya mempromosikan makanan lokal, tetapi menjadi ruang penguatan ekonomi kreatif, UMKM, dan promosi pariwisata yang bertumpu pada akar budaya Ternate,” tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *