oleh

JATAM Soroti Sherly, Gubernur Maluku Utara Terlibat Bisnis Tambang: Konflik Kepentingan di Tengah Gurita Kekuasaan

-HEADLINE-988 Dilihat

Bagi masyarakat kelas menengah yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi dan pemilih rasional dalam demokrasi, kasus ini menjadi alarm keras. Ketika pejabat publik memanfaatkan jabatannya untuk memperkaya diri dan keluarganya, maka kepercayaan terhadap institusi negara berada di ujung tanduk.

Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar apakah Sherly melanggar hukum, tetapi: untuk siapa pemerintah bekerja? Apakah untuk rakyat, atau untuk memperbesar pundi-pundi bisnis pribadi?

Baca Juga  SIGAP! Sejam Pasca Gempa, Sekda Rizal Marsaoly Gerak Cepat Bentuk Posko Gempa 7,6 SR di Ternate

Penutup: Ujian Integritas di Tengah Euforia Investasi

Di tengah euforia investasi dan pembangunan infrastruktur, integritas pejabat publik menjadi taruhan utama. Kasus Sherly Tjoanda adalah cermin buram dari bagaimana kekuasaan bisa dibajak oleh kepentingan pribadi. Jika dibiarkan, ini bukan hanya soal Maluku Utara, tapi juga masa depan tata kelola pemerintahan di Indonesia.

Baca Juga  Jangan Jumawa ! Ekonom Mukhtar Adam : Abdul Gani Kasuba Disebut “Bapak Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara”

Kini, publik menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum dan lembaga pengawas. Karena jika hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas, maka demokrasi kita hanya akan menjadi panggung sandiwara di mana rakyat hanya penonton, sementara elite bermain peran ganda: sebagai penguasa dan pengusaha.

Sementara itu, Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara yang dikomfirmasikan hal ini tidak menanggapinya.Pesan Komfirmasi yang dilayangkan via nomor whatsaapnya tidak dibalas***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *