Jika pemerintah berani menjadikan Halmahera sebagai pilot project Transnusa 2025–2045, Indonesia akan memiliki sumbu pertumbuhan baru bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga identitas kebangsaan.
—
Warisan Kepemimpinan: Dari Presiden ke Arsitek Ketahanan Bangsa
Dr. Mukhtar menulis dengan keyakinan, bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki pandangan besar terhadap kedaulatan pangan dan energi. Surat itu menantang presiden untuk tidak sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi membangun infrastruktur peradaban — lewat model perkampungan produktif yang menumbuhkan manusia, bukan hanya kawasan.
Jika visi ini diadopsi, maka Prabowo akan dikenang bukan hanya sebagai presiden kelima Indonesia di era pasca-reformasi, tetapi sebagai Arsitek Ketahanan Bangsa.Sebab, membangun bangsa besar tidak cukup dengan jalan tol dan pelabuhan. Ia membutuhkan satu hal yang lebih mendasar: keadilan ruang hidup bagi semua pulau di Nusantara.
—
Penutup
Surat dari Timur ini adalah suara hati bangsa yang lama terpinggirkan.Ia mengingatkan kita bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta dan Jawa, melainkan gugusan pulau yang disatukan oleh cita-cita dan nasib yang sama.
Dan mungkin, seperti kata Mukhtar Adam, dari Halmahera-lah akan lahir “sumbu baru Nusantara” yang mengikat kita kembali sebagai satu bangsa besar, dari barat ke timur, dari manusia ke manusia.














Komentar