oleh

RUBRIK UTAMA : Dinilai Kalah Dengan AGK, TKD Maluku Utara Era Sherly-Sarbin Terjun Bebas 707 Miliar

-Rubrik Utama-624 Dilihat

2024 AGK – Sherly (transisi) 3.092,46 T—Rekor tertinggi TKD Malut sebelum penurunan.

2025 Sherly Tjoanda 2.582,93 T—Awal penurunan besar; tender proyek tertunda/penyerapan anggaran rendah.

2026 Sherly Tjoanda 1.302,17 T—Penurunan terburuk; ruang fiskal menyempit drastis.

( Sumber: Data internal dan laporan fiskal daerah (diolah dari narasi).

Tren ini memperlihatkan garis jelas: TKD meningkat konsisten di bawah AGK, lalu anjlok drastis di bawah Sherly Tjoanda. Penurunan lebih dari 57% dalam dua tahun menjadi indikator nyata krisis manajemen fiskal dan lemahnya tata kelola anggaran.

2. Penyebab Utama: Disfungsi Tata Kelola dan Politik Anggaran

Kementerian Keuangan melalui Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemangkasan TKD dilakukan karena masih adanya: Penyelewengan anggaran oleh pemerintah daerah;Rendahnya efektivitas penggunaan dana publik;

Lemahnya tata kelola keuangan daerah.

Namun, di Maluku Utara, faktor struktural ini justru diperparah oleh kebijakan Gubernur Sherly sendiri. Begitu dilantik, Sherly menunda proses tender proyek APBD 2025, menciptakan ketidakpastian fiskal yang berdampak pada rendahnya serapan anggaran.

Lebih jauh, langkah sepihak Sherly mengubah postur APBD Perubahan tanpa persetujuan DPRD memicu konflik politik yang memperlambat proses administrasi keuangan daerah.

Kekacauan ini membuat dana publik mengendap di kas daerah alih-alih beredar dalam ekonomi lokal. Akibatnya, daya beli masyarakat menurun, kegiatan sektor konstruksi melambat, dan investor kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan fiskal provinsi.

3. Dugaan Manipulasi Tender dan Swakelola Proyek

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *