Ini jelas pengkhianatan kepada negara karena Jokowi dan Luhut menggiring negara di jebak oleh China. Itu pengkhianatan yang jelas dan kerugian korupsi yang jelas.
Sejak awal 2025 KPK menurut juru bicara nya Budi Prasetyo mengumumkan ke publik tetapi sampai saat ini KPK masih berpolemik. Itu tidak serius. Jika di tilik dari pimpinan KPK saat ini berhutang Budi kepada Joko Widodo yang menjadikan Setyo Buyanto sebagai ketua KPK yang langgar UU dan aturan KPK dalam pemilihan pimpinan KPK. Mana mungkin pimpinan KPK mau serius usut kejahatan Jokowi di bidang korupsi Whoosh kalau Setyo Budiyanto di angkat oleh Joko Widodo?
Selain Whoosh juga banyak sekali kasus KKN di meja KPK yang menyeret keluarga Jokowi yang masih numpuk. Kasus laporan Gratifikasi oleh Ubeidillah Badrun soal keterlibatan Gibran dan Kaesang dalam pembelian Saham hampir seratus miliar mandeg di KPK hingga saat ini. Padahal kasus itu sangat terang di mata publik sebagai tindakan KKN yang nyata oleh anak-anak Joko Widodo.
Kasus Silvester Matutina yang sudah Inkrah dalam putusan Pengadilan. Tetap Jaksa Agung belum mengeksekusi kasus tersebut. Padahal itu mendapat sorotan dan kritikan publik dan aksi massa yang berkali-kali geruduk ke Jaksaan agar Silvester di tangkap. Tetap Kejaksaan agung masih bergeming. Tindakan Jaksa agung itu menciderai kinerja penegakkan hukum oleh Prabowo Subianto. Selain kasus Silvester masih banyak lagi kasus yang di tangani Kejaksaan agung yang menjadi pertanyaan dan tanda tanya seperti BBM oplosan yang seret nama Erick Thohir dll. Nasib kasus nya mengendap tidak jelas hingga saat ini. Padahal Erick Thohir telah di copot dari jabatan nya sebagai Mentri BUMN.
Bisa jadi pencopotan Erick Thohir dari jabatan nya sebagai Mentri BUMN karena selain gagal pimpin kementrian BUMN juga dugaan korupsi yang membelinya termasuk penjualan saham Go To Telkom.
Selain pimpinan KPK dan Kejaksaan agung, Presiden Prabowo juga harus segera mengganti Kapolri sebagaimana suara usulan masyarakat yang nilai sudah saat nya Jendral Polisi Sigit Listyo Prabowo harus di ganti. Publik memandang kenapa harus Prabowo yang turun langsung kawal pembakaran bukti – bukti Narkoba yang dihancurkan oleh Polisi? Masa iya sih soal itu saja harus Presiden turun tangan? Bisa jadi itu salah satu ketidak percayaan Prabowo terhadap kepemimpinan Sigit di Kepolisian.












Komentar