- Rizal Marsaoly dan Simfoni Birokrasi Ternate
Oleh : M.G Alting
Di sebuah kota kepulauan yang akarnya menghujam dalam ke sejarah dan puncaknya menyentuh awan Gamalama, kekuasaan sering kali hanya dilihat dari apa yang tampak di podium.
Namun, bagi mereka yang memahami anatomi pemerintahan, ada sebuah kebenaran yang tak terbantahkan. Sebuah visi politik sehebat apa pun akan lumpuh tanpa tangan dingin yang mampu merajut benang-benang administrasi menjadi kain kebijakan yang utuh.
Di Kota Ternate, peran krusial sebagai penjaga ritme dan penggerak mesin itu dijalankan dengan presisi oleh Sekretaris Daerah, Dr. H. Rizal Marsaoly.
Laporan tentang raihan 17 penghargaan nasional dan provinsi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun kepemimpinan Ternate Andalan Jilid II bukanlah sebuah kebetulan sosiologis.
Di balik deretan trofi yang menghiasi ruang-ruang formal, terdapat narasi tentang kerja keras dalam kesunyian.
Jika Walikota Dr. H. M. Tauhid Soleman dan Wakil Walikota Nasri Abubakar adalah nakhoda yang menentukan arah mata angin, maka Rizal Marsaoly adalah kepala kamar mesin yang memastikan seluruh komponen birokrasi berputar pada rotasi yang tepat.
–000-
Mesin Administrasi dan Penjaga Marwah Keuangan
Salah satu pilar paling kokoh dalam kepemimpinan administratif Rizal adalah konsistensi dalam menjaga akuntabilitas.
Keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama sebelas kali berturut-turut bukanlah perkara mudah.
Di tengah dinamika regulasi keuangan daerah yang kian ketat, Rizal hadir sebagai filter utama. Ia memosisikan diri bukan sekadar sebagai pejabat struktural, melainkan sebagai “penjaga gawang” integritas fiskal.
Baginya, WTP bukan hanya angka di atas kertas, melainkan manifestasi dari kepercayaan publik. Melalui koordinasi lintas sektoral yang intensif, ia berhasil menanamkan disiplin anggaran sebagai budaya kerja, memastikan setiap rupiah yang keluar dari kas daerah memiliki jejak manfaat yang jelas bagi masyarakat Ternate.
–000–








Komentar