oleh

DIRIGEN DALAM SUNYI

​Prestasi di Dapur Rakyat:

Sebuah Filosofi Kerja
​Rizal Marsaoly adalah penganut paham “kerja dalam sunyi”.

Di tengah fenomena pemimpin yang kerap terjebak dalam “pemerintahan dapur kamera”—yang lebih mementingkan citra visual di media sosial—ia justru memilih fokus pada “dapur rakyat”.

Baginya, pencapaian yang sesungguhnya adalah ketika seorang ibu di pasar merasa aman dengan ketersediaan barang, ketika seorang nelayan merasa tenang dengan sistem keselamatan pelayaran, dan ketika anak-anak sekolah mendapatkan akses literasi digital yang layak.

Baca Juga  DARI RUANG KELAS KE BAITULLAH : KHIDMAH MUSLIMAT DI TANAH SUCI

​Tujuh belas penghargaan tersebut hanyalah penanda jalan bahwa Ternate sedang bergerak ke arah yang benar.

Namun, bagi sosok seperti Rizal, penghargaan itu juga merupakan beban tanggung jawab untuk tidak berhenti berinovasi.

Ia sadar bahwa tantangan Ternate ke depan—mulai dari krisis iklim hingga dinamika ekonomi global—memerlukan birokrasi yang tidak hanya pintar secara administratif, tetapi juga cerdas secara sosial.

Baca Juga  Blusukan Kepala Daerah, Antara Kerja Nyata dan Ilusi Pencitraan

–000–

Merawat Harapan Ternate

​Pada akhirnya, sosok Dr. Rizal Marsaoly telah membuktikan bahwa seorang birokrat karir dapat menjadi agen perubahan yang signifikan.

Melalui dedikasinya, ia telah membantu mengangkat citra Kota Ternate di panggung nasional, sekaligus memperkuat fondasi internal pemerintahan agar tetap kokoh menghadapi badai zaman.

​Dalam setiap langkah kaki dan goresan penanya sebagai Sekretaris Daerah, Rizal tidak sedang sekadar menjalankan tugas negara.

Baca Juga  MENAKAR KOMPAS BARU — Dialektika Transformasi IAIN di Bawah Kendali Dr. Adnan Mahmud, MA

Ia sedang menyusun narasi tentang bagaimana sebuah kota kecil di Maluku Utara bisa menjadi model bagi tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan berperasaan.

Ternate beruntung memiliki seorang dirigen yang tahu kapan harus menekan nada tinggi dalam kedisiplinan dan kapan harus memainkan nada lembut dalam pengayoman birokrasi.(***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *