oleh

MERAJUT ASA DI UJUNG SENJA – Catatan Novel ” Diana Memang Manja” Karya SBY


​Dalam masyarakat kita, sering kali ada tuntutan kultural agar seseorang yang berduka segera “melupakan” dan menatap masa depan seolah-olah tidak ada masa lalu yang terkoyak.

Namun, SBY menempuh jalan yang lebih manusiawi dan bermartabat. Melalui karya fiksinya, ia menunjukkan bahwa merawat kenangan bukanlah bentuk ketidakmampuan untuk move on, melainkan sebuah bentuk penghormatan tertinggi kepada cinta yang pernah mengubah jalannya semesta.

Baca Juga  Jacob Ereste : “Kecemburuan Politik" Yang Berlebihan Terhadap Rocky Gerung Akibat Dugaan Akan Terjadi Perselingkuhan

​“Meskipun she is gone, saya tidak pernah melupakan,” adalah sebuah ikrar sunyi dari seorang pria yang memahami bahwa cinta sejati tidak pernah mati; ia hanya bertransformasi wujud menjadi kenangan abadi yang menuntun langkah di sisa usia.

-000-

​Menemukan Kekuatan di Titik Balik

​Kini, bertahun-tahun setelah kepergian Ibu Ani, SBY berdiri di tempat yang berbeda. Ia mengaku telah menemukan kembali keteguhan fondasi jiwanya.

Baca Juga  CATATAN PIMRED PIKIRAN UMMAT : Reshuffle Kabinet, Satu Matahari dan Maluku Utara

“Sekarang saya lebih kuat. Saya sudah move on,” ujarnya dengan nada yang menyiratkan ketenangan seorang statesman yang telah merampungkan ujian terberat dalam hidupnya.

​Transformasi SBY dari seorang pemimpin politik menjadi seorang kreator sastra di usia senja memberi kita pelajaran hidup yang berharga.

Bahwa di ujung usia, keteladanan terbesar tidak hanya diukur dari seberapa besar kekuasaan yang pernah dipegang, tetapi dari bagaimana seseorang mengelola kerapuhan, merawat cinta, dan mengubah rasa kehilangan menjadi karya yang abadi.

Baca Juga  SIRKUS IJAZAH

​Diana Memang Manja pada akhirnya bukan sekadar tambahan bibliografi di rak-rak toko buku.

Ia adalah monumen kemanusiaan—sebuah bukti bahwa di balik ketegasan seorang pemimpin, selalu ada hati yang mampu mencintai secara tak bertepi, dan lewat aksara, cinta itu menemukan jalannya untuk pulang.(***)

—
Samali,1 November 2026
Pukul: 08:22

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *