oleh

Menuju Musyawarah I Makayoa: Saatnya Regenerasi, MAKAYOA Butuh Energi Baru

-HEADLINE-1555 Dilihat

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa PB Makayoa tidak ingin terjebak pada kultus tokoh, melainkan ingin menjadi organisasi paguyuban yang modern, dinamis, dan berdampak luas.

Rivai juga menegaskan garis tegas Makayoa: paguyuban ini murni organisasi sosial-kemasyarakatan, bukan kendaraan politik praktis.

“Makayoa berfokus pada kepentingan dan pelayanan sosial anggota. Kami tidak dibawa ke ranah politik praktis. Tapi jika ada partai politik atau pihak luar yang ingin merekrut warga Makayoa untuk berkontribusi membangun daerah, kami sangat menyambut baik,” tegasnya.

Baca Juga  Biaya Laut Mahal Picu Inflasi Maluku Utara Tembus 5,85 Persen, Akademisi: Rakyat Menanggung Ongkos Tata Kelola yang Lemah

Merajut Silaturahmi Lintas Etnis

Ketua Panitia, Ir. Abuhari Hamza, M.Si., menambahkan, musyawarah ini disiapkan secara maksimal oleh panitia dan steering committee. Proses penjaringan calon ketua akan dibuat transparan dan terbuka bagi seluruh warga Makayoa yang memenuhi kriteria.

Lebih dari sekadar pergantian pengurus, Musyawarah I ini dimaknai sebagai konsolidasi besar untuk memperkuat falsafah Makayoa: _“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”_

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *