oleh

KEMBALIKAN MALUKU KEPADA PEMILIKNYA PILIHAN RESTORASI NAMA MALUKU UTARA: DARI MOLOKU KIE RAHA HINGGA ALMULKIYAH 1322


Dari rahim Almakiyah-Bacan bersama tiga saudara mudanya lahir konfederasi abad ke-14: Moloku Kie Raha. Moloku berarti kepulauan atau persekutuan, Kie berarti gunung, Raha berarti empat. Empat Gunung, empat Kolano: Ternate, Tidore, Jailolo, Bacan.

Inilah definisi asli Maluku. Kata pertama yang dapat diidentifikasi sebagai Maluku merujuk pada empat pusat kesultanan di Maluku Utara. Pedagang Arab mencatatnya sebagai Jazirah al-Muluk, Pulau Para Raja. Portugis datang mencari Maluku, yang mereka cari adalah Ternate dan Tidore, bukan Ambon. Belanda kemudian membentuk Provincie der Molukken dengan ibukota Ambon, memindahkan pusat nama dari pemilik asli ke wilayah ekspansi.

Baca Juga  NASIB GIBRAN DAN IMPEACHMENT — Oleh: King Faisal Sulaiman/Pakar Hukum Tata Negara

Puncaknya 12 Oktober 1999, melalui UU No.46, kita melegitimasi kesalahan itu dengan menamai diri Maluku Utara.

III. EMPAT PILIHAN RESTORASI NAMA UNTUK RUANG PUBLIK

Untuk ekspos ke ruang publik, saya mengusulkan kita tidak terpaku satu nama, tapi membuka referendum historis dengan empat opsi berikut:

OPSI 1: PROVINSI MOLOKU KIE RAHA – PILIHAN ADAT TERKUAT

Ini adalah nama konfederasi adat yang paling dikenal rakyat. Kelebihannya inklusif, mengakui empat kesultanan sekaligus, tidak menghapus kata Maluku tapi menyempurnakannya menjadi Moloku. Ini seperti Daerah Istimewa Yogyakarta yang mempertahankan nama kraton. Kekurangannya terdengar tradisional. Namun untuk branding pariwisata dan pendidikan sejarah, ini yang paling kuat. Setiap anak akan bertanya apa itu Kie Raha, dan guru akan menjawab: empat gunung kita.

Baca Juga  DEMOKRASI OLIGARKI PEMILIHAN LANGSUNG — DARI ELITE OLEH ELITE DAN UNTUK ELITE

OPSI 2: PROVINSI ALMULKIYAH / AL-MULUKIYAH / JAZIRAH AL-MULUK – PILIHAN TERTUA 1322

Ini adalah pilihan yang paling jujur secara kronologis. Almakiyah adalah nama kerajaan pertama tahun 1322 di Makian Timur, cikal bakal Bacan. Variannya Al-Mulukiyah berarti Negeri Para Raja. Jazirah al-Muluk adalah nama yang dicatat pedagang Arab. Kelebihannya sangat Islami, sangat historis, dan langsung terhubung ke tahun 1322 yang kita hormati. Ini menghormati migrasi besar orang Makian-Bacan akibat letusan gunung, simbol ketahanan. Kekurangannya, jika hanya Bacan yang disebut, Ternate-Tidore-Jailolo mungkin merasa kurang terwakili. Solusinya bisa digabung: Provinsi Maluku Al-Mulkiyah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *