oleh

Bukan APBD! Warisan Jam Pasir dari Kebun Tidore Ini yang Diam-Diam Bangun Rumah dan Lahirkan

-Malut-77 Dilihat

 

TIDORE – Kita terlalu sibuk membicarakan pembangunan dari APBD, tambang nikel, dan gedung-gedung tinggi. Padahal, di lereng-lereng kebun Cobodoe dan Dowora, para petani Tidore pernah membangun peradaban ekonomi tanpa uang, tanpa proyek, hanya dengan modal kepercayaan.

Namanya Galasi.

Komunitas kerja kolektif petani yang hidup sejak akhir 1970-an hingga awal 2000-an ini menjangkau Lembah Fura, Lagudi, Tuko, hingga Kalaodi. Sistemnya sederhana tapi jenius: jika kau tak punya uang untuk bayar buruh, kau bayar dengan tenagamu.

Baca Juga  Sinergi Kampus dan Lembaga Penegak Hukum: Forum Dosen Unkhair Audiensi Bersama BNNP Maluku Utara Bahas Pencegahan hingga Pemberantasan Narkotika

Hari ini kau bantu kebun tetanggamu, besok giliran kebunmu yang dibantu 10 orang. Tidak ada kontrak notaris, yang ada hanya kepercayaan.

Teknologi Paling Adil Bernama Jam Pasir

Yang membuat Galasi tidak bisa dicurangi adalah teknologinya: jam pasir dari dua botol kaca bekas yang disambung seng berlubang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *