oleh

AKHIRNYA JUARA


Bomm!

Tendangannya mengoyak jaring Thailand.
​Skor 2-2 ! Harapan yang tadi sudah mati, mendadak hidup lagi!

​Eksekusi Dingin di Titik Putih
​Laga harus diselesaikan lewat drama paling menegangkan dalam olahraga: adu penalti.

​Di sinilah kematangan mental diuji. Satu per satu Algojo Indonesia maju dengan tenang:

​Kevin Diks — Masuk!
​Dean James — Masuk!
​Elkan Baggott — Masuk!
​Shayne Pattynama — Masuk!

Baca Juga  AKAL SEHAT DI BAWAH ATAP ISTANA

​Skor penalti sudah 4-2 setelah penendang Thailand, Sarach Yooyen, gagal.

​Lalu giliran Nattapong Sayriya maju sebagai penendang terakhir Thailand. Ia menendang keras, tapi Emil Audero terbang menepis bola itu!

​Plakkk!

​Selesai!

Tamat sudah dominasi Thailand!
​Stasion GBK pecah seketika. Presiden Prabowo ikut meloncat kegirangan. Seluruh pemain berlarian saling peluk.

Thailand datang membawa mahkota King ASEAN, tapi malam ini Garuda yang terbang membawa mahkota itu pulang.

Baca Juga  Otonomi Daerah, Kearifan Lokal dan Semangat Kemaritiman Kota Pusaka sebagai Poros Utama Menjaga Kebinekaan dan Eksistensi NKRI

​Kuncinya?

Tiga hal: ketenangan eksekusi, taktik jitu pelatih, dan mental pantang menyerah sampai detik terakhir.

​Selamat untuk Timnas Indonesia. Kalian bukan cuma menang trofi, tapi berhasil bikin satu negara menangis bersama malam ini ! (***)

Cinere, 6 Oktober 2026
Pukul: 04:35

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *