oleh

Jacob Ereste: Program MBG Sungguh Mulia, Tapi Teknisnya Harus Dirombak Total”

-Jakarta-154 Dilihat

Menurut Jacob, cara ini bisa menghemat banyak pos anggaran yang selama ini “bocor.

Contoh: dari alokasi Rp15.000 per porsi, jika disalurkan tunai bisa dipotong Rp3.000 untuk biaya operasional. Sisa Rp12.000 bisa maksimal dipakai untuk membeli bahan makanan sesuai standar.

Penghematan juga terjadi di:
– Dapur umum dan operasional pusat
– Transportasi pengantar makanan
– Peralatan makan: ompreng, sendok, tempat minum yang bisa dibawa dan dicuci sendiri dari rumah
– Petugas lapangan dan pengontrol

Baca Juga  PP HIKMU Dinilai Belum Tuntas Secara Kelembagaan Demokratis

“Risiko makanan ditolak karena tidak cocok selera juga hilang. Risiko keracunan massal juga bisa ditekan,” tegasnya.

Latar Belakang: MBG Sudah “Gagal” dan Bikin Resah

Usulan ini muncul setelah Menko Pangan Zulkifli Hasan mengakui dalam Seminar Koperasi Desa Merah Putih di Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026) bahwa *pelaksanaan MBG selama ini telah gagal sebagai program unggulan.

Baca Juga  Muslim Arbi Bongkar Dugaan Mafia Survei Politik dan Permainannya

Keresahan publik memuncak setelah muncul laporan keracunan di berbagai daerah. BGN bahkan sudah membekukan operasional sejumlah dapur umum bermasalah. Namun korban dengan gangguan kesehatan berkelanjutan belum jelas penanganannya.

“Lembaga kemanusiaan dunia sudah mendesak agar MBG dihentikan sementara karena jadi ancaman bagi kelangsungan hidup manusia,” kata Jacob.

Kritik: Jangan Jadikan MBG “Proyek Bagi-bagi”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *