Jacob mengingatkan, kemuliaan program tidak boleh dikotori oleh kepentingan proyek.
“Program MBG itu sungguh mulia untuk pertumbuhan generasi muda. Tetapi pelaksanaan teknisnya tidak boleh mengabaikan kesehatan dan keselamatan masa depan bangsa — apalagi lantaran alasan proyek bagi-bagi untuk memperkaya diri dengan cara mengorbankan generasi muda,” kritiknya tajam.
Ia mendesak pemerintah segera mengubah teknis: serahkan dana langsung setiap minggu ke keluarga siswa. Dengan begitu, fungsi kontrol cukup dilakukan oleh sedikit petugas, bukan ribuan orang di dapur dan armada distribusi.
Tantangan ke Depan
Usulan “uang tunai ke orang tua” ini tentu akan memicu perdebatan. Ada kekhawatiran dana disalahgunakan, atau menu tidak sesuai standar.
Tapi menurut Jacob, itu bisa diatasi dengan sistem pengawasan, pelaporan, dan edukasi gizi ke orang tua.
“Daripada terus memaksakan sistem yang sudah terbukti bermasalah dan memakan korban, lebih baik kita pilih cara yang paling dekat dengan keluarga. Karena gizi anak, ujungnya tanggung jawab orang tua juga,” pungkasnya.
Programnya mulia. Tapi kalau teknisnya salah, yang jadi korban adalah anak-anak kita.









Komentar