oleh

Jacob Ereste: Program MBG Sungguh Mulia, Tapi Teknisnya Harus Dirombak Total”

-Jakarta-151 Dilihat

Jacob mengingatkan, kemuliaan program tidak boleh dikotori oleh kepentingan proyek.

“Program MBG itu sungguh mulia untuk pertumbuhan generasi muda. Tetapi pelaksanaan teknisnya tidak boleh mengabaikan kesehatan dan keselamatan masa depan bangsa — apalagi lantaran alasan proyek bagi-bagi untuk memperkaya diri dengan cara mengorbankan generasi muda,” kritiknya tajam.

Baca Juga  DISKUSI PANAS SENAYAN VS RAKYAT: ANGGOTA DPR DAN AKADEMISI BEDAH ASPIRASI PUBLIK DI REAKSI POLITIK

Ia mendesak pemerintah segera mengubah teknis: serahkan dana langsung setiap minggu ke keluarga siswa. Dengan begitu, fungsi kontrol cukup dilakukan oleh sedikit petugas, bukan ribuan orang di dapur dan armada distribusi.

Tantangan ke Depan

Usulan “uang tunai ke orang tua” ini tentu akan memicu perdebatan. Ada kekhawatiran dana disalahgunakan, atau menu tidak sesuai standar.

Baca Juga  KITORANG BACERITA Gelar Maulid Nabi di Jakarta, Ratusan Warga Malut Dari Puluhan Paguyuban Hadiri

Tapi menurut Jacob, itu bisa diatasi dengan sistem pengawasan, pelaporan, dan edukasi gizi ke orang tua.

“Daripada terus memaksakan sistem yang sudah terbukti bermasalah dan memakan korban, lebih baik kita pilih cara yang paling dekat dengan keluarga. Karena gizi anak, ujungnya tanggung jawab orang tua juga,” pungkasnya.

Programnya mulia. Tapi kalau teknisnya salah, yang jadi korban adalah anak-anak kita.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *