oleh

Menghitung Kekuatan Di Luar Istana — Tony Rosyid/Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa


SBY dan Demokrat tidak ambil pusing dengan dinamika dan ketegangan politik hari ini. Terutama antara Solo vs istana. Bagi SBY dan Demokrat yang perlu dipertahankan adalah kepala daerah tetap dipilih oleh rakyat dan presidential threshold Nol Persen. Dengan keputusan ini, Demokrat akan tetap punya prospek untuk menaikkan suaranya dan harga tawar AHY untuk jadi cawapres di pemilu 2029 akan cukup tinggi.

Bagaimana dengan Surya Paloh dan Nasdem? Wait and see. Lihat situasi. Saat ini, Surya Paloh memilih berada di luar istana setelah perseteruan, bahkan banyaknya pressure kepadanya di akhir periode Jokowi. Dengan memiliki tiga jabatan ketua komisi dan enam wakil ketua komisi di DPR RI, Surya Paloh dan Nasdem bisa aktif ikut memantau dan mengawal dinamika politik yang ada. Surya dan Nasdem menunggu momentum yang tepat untuk bergerak dan menentukan pilihan politiknya.

Baca Juga  Dedi Mulyadi Akan Tumbangkan Prabowo?

Adapun PKB dan PAN, meminjam istilahnya Mancur Olson dalam buku “The Logic of Collective Action” adalah “Free Riders”. Penumpang bebas. Gak perlu ikut berkeringat, apalagi keluar darah, PKB dan PAN akan selalu ikut menikmati ghanimah kekuasaan. Siapapun pemenangnya, PKB dan PAN bisa merapat.

PKB bisa mengkapitalisasi basisnya di NU untuk bernegosiasi dengan pemenang politik yang menduduki kekuasaan. Begitu juga ormas Muhammadiyah yang selalu memiliki harga tawar bagi PAN.

Baca Juga  CATATAN BUNG USSER ! FINAL PIALA DUNIA 2026: FINAL YANG MENGECEWAKAN — ARGENTINA TAMPIL BAK TIM DEBUTAN

Dinamika politik saat ini, jika terjadi eskalasi, tidak terlalu menghitung posisi PKB dan PAN. Dinamikanya berada di lingkaran istana dan rivalitasnya dengan kekuatan Jokowi, Megawati dan Anies Baswedan. SBY akan menunggu perkembangan dan hasil di pertengahan. PKB dan PAN ada di ujung, selalu ikut menikmati pesta setelah semuanya selesai.

Penjelasan atas kalkulasi ini punya catatan yaitu bila situasi politiknya tidak normal. Jika normal, Prabowo dua periode. Periode kedua akan makin kokoh, selain pengalaman dan kematangan, semua kekuatan akan merapatkan dukungan.

Baca Juga  CATATAN PIALA DUNIA : VAMOS! Bumkam Austria 3 - 0, Prediksi Presiden Spanyol Ternate “La Furia Roja OTW Final”

Apakah Prabowo akan mampu bangkit di tengah tingkat kepuasan dan ekspektasi publik kepadanya yang terus merosot? Atau akan terus melemah di tengah arus kekuatan luar istana yang semakin mengintensifkan konsolidasinya?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *