oleh

Melemahnya Trust dan Tingginya Resistensi Politik Istana — Oleh Tony Rosyid : Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa


Setidaknya ada tiga survei yang dilakukan 2-3 bulan terakhir. Hasilnya: tingkat kepuasan rakyat terhadap Prabowo turun tajam. Diantara lembaga survei itu adalah SMRC dan Indikator. Dalam survei SMRC, tingkat kepuasan rakyat terhadap Prabowo turun menjadi 51,1 persen. Elektabilitas Prabowo bahkan hanya di angka 14,5 persen. Sebagai orang yang punya panggung utama nasional dan menjadi pengendali semua instrumen negara, elektabilitas dibawah 15 persen itu tidak hanya rendah, tapi riskan. Angka 14,5 persen itu maauk katagori UGD, kata salah seorang pimpinan di sebuah lembaga survei. Logistik berlimpah di tangannya dan semua kamera mengikuti aktifitasnya, tapi elektabilitas Prabowo hanya 14,5 persen. Ini secara politik tentu menjadi masalah yang amat serius.

Baca Juga  Prabowo Dalam Ancaman Besar

Setidaknya ada empat faktor mengapa kepuasan publik terhadap Prabowo terus memburuk bahkan menurun tajam. Terutama dari sisi elektabilitas yang hanya mencapai 14,5 persen. Pertama, komunikasi politik Prabowo yang seringkali bernada konfrontatif. “Londo Ireng” yang diasosiasikan ke LSM, media dan pengamat merupakan bentuk konfrontasi yang kontra-produktif. Narasi “Orang desa tidak butuh dolar” di saat rupiah sedang melemah dan rakyat kesulitan hidup juga telah meningkatkan kekecewaan publik. Juga berbagai narasi terkait dengan Israel, negara yang menjadi common enemy bagi masyarakat Indonesia

Baca Juga  BLOK MASELA: Akhirnya Presiden Prabowo Mengeksekusinya — Membangun Kedaulatan Migas melalui Spirit Pasal 33 UUD 1945

Kedua, tata kelola program yang bermasalah dan minimnya pengawasan. Mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Merah Putih (KMP) yang mendapatkan perhatian secara masif oleh publik. Sementara Danantara masih dilihat dengan mata penuh curiga oleh publik karena dianggap kurang adanya transparansi.

Ketiga, praktek korupsi masih merajalela dan belum nampak ada perubahan selama pemerintahan Prabowo. Termasuk korupsi yang menyasar orang-orang yang mengelola program andalan istana seperti MBG. Sementra KMP terus diterpa isu miring dan masih direspon secara negatif oleh publik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *