oleh

Gagasan Federal Bukan Makar, Muslim Arbi : “Pikiran Tak Bisa Dihukum”

-Nasional-932 Dilihat

Muslim melihat munculnya ide federal bukan tanpa sebab. Ia menilai itu adalah bentuk kekecewaan daerah terhadap pelaksanaan otonomi.

“Dalam amatan saya, ide federal lebih ditujukan pada lemahnya pelaksanaan otonomi daerah. Di mana kekuasaan daerah semakin dipreteli pemerintah sehingga menimbulkan rasa ketidakadilan,” jelasnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah pusat merespons wacana ini dengan kepala dingin dan kebijakan konstruktif, bukan dengan stigma makar.

Baca Juga  PASPROBO APRESIASI KEHADIRAN PRABOWO SUBIANTO DI NU: INI BUKTI KEPEKAAN PRESIDEN ATAS UMMAT YANG BESAR

“Itu saja sih ruh dari ide federal ini. Ya pemerintah harus merespon ini dengan cerdas,” pungkasnya.

Pernyataan Muslim Arbi menambah warna dalam diskursus desentralisasi di Indonesia. Di tengah daerah yang merasa tertinggal, wacana federal kembali mengemuka sebagai kritik terhadap sentralisasi kekuasaan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *