Kendati demikian, secara tahunan dibanding Maret 2025, persentase kemiskinan Malut turun tipis 0,02 persen poin. Namun jumlah absolut warga miskin tetap bertambah 0,58 ribu orang.
Kontradiksi dengan Klaim di Media Sosial
Sofyan Abas menilai kenaikan angka kemiskinan ini kontradiktif dengan narasi keberhasilan yang kerap disampaikan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda di media sosial.
“Ini dinilai kontradiksi dengan klaim-klaim Gubernur Sherly di media sosial TikTok yang kerap memamerkan keberhasilannya sebagai Gubernur Maluku Utara,” ujarnya.
Menurutnya, publik butuh data dan kebijakan nyata, bukan sekadar konten. Sebab di lapangan, persoalan ekonomi warga, harga kebutuhan pokok, dan lapangan kerja masih menjadi keluhan utama.
Garis Kemiskinan Tembus Rp4 Juta per Rumah Tangga
BPS juga mencatat Garis Kemiskinan per Kapita di Malut Maret 2026 sebesar Rp724.488 per bulan.Dengan rincian Garis Kemiskinan Makanan Rp549.763 dan Non Makanan Rp174.725.








Komentar