Potret Ketimpangan Pendidikan di Wilayah Maritim
Maluku Utara merupakan wilayah maritim dengan 1,3 juta jiwa dan gugusan pulau-pulau serta pesisir panjang. Namun menurut Iram, keberlangsungan hidup dan akses pendidikan masih menjadi tantangan krusial akibat ketimpangan yang nyaris tak diperhatikan pemerintah.
Kisah Jahir Hayatu menjadi potret nyata: anak ingin sekolah, tapi terganjal administrasi.
“Dengan kondisi latar belakang tete Latif dan dengan harapan yang kuat untuk cucunya bersekolah, terbalaskan sudah lelah kami,” pungkas Iram.
Ia berharap kisah ini menjadi evaluasi bagi pemerintah agar tidak ada lagi anak Maluku Utara yang terpinggirkan hanya karena label administrasi kemiskinan.***















Komentar