oleh

CATATAN REDAKSI ! PARADOX: PUTUSAN BK DPRD KOTA TERNATE VERSUS DEMOKRASI

-Artikel/Opini-1981 Dilihat

Badan Kehormatan DPRD Kota Ternate telah menjatuhkan sanksi etik kepada Nurjaya Hi. Ibrahim.

Putusan dibacakan Ketua BK Mochtar Bian pada Jumat, 7 Agustus 2026. Nurjaya dinyatakan terbukti melanggar kode etik karena menyampaikan tuduhan kepada anggota Komisi III tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Secara prosedur, BK mengklaim proses sudah sesuai Peraturan DPRD tentang Tata Beracara. Pengadu dan teradu diberi ruang yang sama. Putusan disebut murni ranah etik, bukan pidana atau perdata. Tujuan BK: menjaga integritas lembaga dan kepercayaan publik.

Baca Juga  CATATAN REDAKSI : Memahami Pikiran Mokhtar Adam Terhadap Gagasan Maluku Utara Antara Negara Federal dan Otonomi Daerah

Namun justru di sinilah letak paradoksnya.

1. Demokrasi di Hukum oleh Lembaga Demokrasi Itu Sendiri

DPRD adalah rumah demokrasi. Fungsi utamanya: legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ketiga fungsi itu tidak bisa jalan tanpa kritik, tanpa tuduhan, tanpa “suara keras” dari anggotanya.

Pertanyaannya: Bagaimana mungkin pendapat anggota DPRD dijatuhi sanksi etik oleh lembaga tempat ia berpendapat? bukankah pendapat legislatir tidak bisa dipidana ?

Baca Juga  Catatan Pagi Jumat 18:09:26 : KPK Dianggap lakukan pembusukan terhadap Prabowo jika tidak segera TSK Nusron Wahid

BK beralasan “kebebasan berpendapat harus bertanggung jawab dan tidak boleh menuduh tanpa bukti”. Frasa itu terdengar indah. Tapi dalam praktik politik, siapa yang menentukan “cukup bukti”? Jika tolok ukurnya adalah bukti formil ala pengadilan, maka fungsi pengawasan DPRD akan lumpuh. Sebab tugas anggota DPRD memang sering kali memulai dari dugaan, lalu mendesak dibuka datanya.

Baca Juga  KEKAYAAN DI BUMI DAN DI LAUT — KEADILAN UNTUK TANAH PENGHASIL : Langkah Bersama Mengembalikan Hak Kelola Sumber Daya Maluku Utara

Putusan ini menciptakan efek dingin: chilling effect.Anggota lain akan berpikir 10 kali sebelum bersuara soal dugaan KKN. Demokrasi justru dikebiri oleh penjaganya sendiri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *