TERNATE, 30 Juni 2026 — Proses penyelesaian hukum adat terkait pelecehan terhadap tarian dan musik Cakalele Tobelo-Galela oleh oknum konten kreator yang dilakukan di Ternate mendapat sorotan.
Muhammad Diadi, Pegiat Budaya sekaligus Dewan Pembina Sanggar Gogaro Nyinga Halmahera Utara, mempertanyakan sejumlah kejanggalan dalam prosesi tersebut. Ia juga menyoroti pernyataan salah satu masyarakat Tobelo-Galela atas nama “Mujais Apling” yang menyebut telah dilakukan tahapan penyelesaian.
Tuntut Kejelasan Utusan dan Lembaga Adat
Dalam pernyataannya, Muhammad Diadi mengutip pengakuan Mujais Apling yang menyebut telah ada pendekatan kepada pemangku adat di Halut dan para tetua adat di Kota Ternate, serta telah dilaksanakan prosesi denda adat atau Sibobang.









Komentar