TERNATE, 157 Juli 2026 — Bola salju utang Rp.1 triliun Pemprov Malut terus menggelinding. Di luar debat teknis antara Banggar Deprov Malut dengan Pemprov Malut, pengamat menilai ada kepentingan politik besar di balik proposal itu.
Pengamat politik nasional M.A., menyebut, utang ini bukan solusi fiskal. Ini upaya menyelamatkan martabat Gubernur Sherly Tjoanda.
“Hutang Untuk Selamatkan Martabat”
Menurutnya tanpa tambahan utang Rp1 triliun, masa kepemimpinan Sherly akan tercatat gagal total.
“Hutang 1 triliun disuga tak lebih dari kepentingan Gubernur Sherly Tjoanda menyelamatkan martabatnya di mata rakyat Maluku Utara,” ujarnya.
Alasannya: jejak 1 periode kepemimpinan Sherly dinilai penuh noda.
Mulai dari tambang ilegal denda Rp500 miliar, tambang di pulau kecil Pulau Gebe,” isu monopoli proyek, hingga tunggakan DBH dan gaji PPPK.














Komentar