“TTP ASN dipotong karena katanya krisis fiskal dan efisiensi. Tapi kenapa Sherly masih angkat staf ahli dan pembantu-pembantunya yang bukan ASN? Mereka setiap hari mendampingi, gajinya dari APBD juga. Padahal pejabat dan ASN yang ada di Pemprov sudah cukup difungsikan,” ungkapnya.
Menurutnya, ini bukti kebijakan yang pilih kasih. Beban krisis dilimpahkan ke pundak ASN, sementara pos pemborosan di lingkaran kekuasaan tidak disentuh.
“Kalau mau efisiensi, mulai dari atas. Jangan korbankan pelayan publik yang sudah pontang-panting kerja, nombok biaya sendiri, lalu dipotong lagi haknya,” pungkas Muzakir.
Protes ASN memuncak saat apel Senin, 27 Juli 2026 di Kantor Gubernur Gosale. Ribuan ASN kompak bersiul panjang “Huuuuu” saat Sherly mengumumkan pemotongan TTP 10%.















Komentar