Ternate, Maluku Utara — Kritik tajam yang disampaikan anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi Gerindra, Nazlatan Ukhra Kasuba, terhadap Gubernur Sherly Tjoanda dalam sidang paripurna pembahasan Rancangan APBD 2026, memicu reaksi keras dari sejumlah pihak yang diduga pendukung gubernur. Namun, reaksi tersebut justru berbuntut panjang setelah nama almarhum KH. Gani Kasuba, mantan Gubernur Maluku Utara dua periode sekaligus ayah Nazla, ikut diseret dalam perdebatan di media sosial.
Keluarga besar Tobelo -Galela dan sejumlah tokoh masyarakat menyatakan kekecewaan dan mengecam keras tindakan para buzzer yang dinilai tidak beretika dan mencederai nilai-nilai adat Moloku Kie Raha. Mereka menilai, serangan terhadap almarhum KH. Gani Kasuba adalah bentuk pencemaran nama baik dan tidak mencerminkan budaya masyarakat Maluku Utara yang menjunjung tinggi adat dan etika.
“Kami menolak dan mengecam keras hujatan terhadap almarhum KH.Gani Kasuba, tokoh kultural Tobelo-Galela, Tokoh Agama dan Tokoh Malut, ini tindakan yang kurang beretika yang sangat melukai hati kami,” tegas salah Halifat wahid Barnabas, S.Ag. M.Pd, Ketua IKA TOGALE kepada media ini, Kamis (13/11/2025).
”Orang sudah tiada dan tidak terkait dengan masalah bagaimana di kaitkan”tandasnya sesal.
Halifat menyesalkan mereka yang ditenggarai buzzer itu juatru berasal dari luar Maluku utara.








Komentar