Fenomena ini hanya terjadi di Papua, Maluku, Maluku Utara, NTT, sebagian Kalimantan, sebagai Sulawesi, dan sebagian sumatera, karena itu gerakan bersama harus dimulai dari Mahasiswa yang memiliki dampak langsung dari fenomena harga yang memiskinkan rakyat termasuk mahasiswa.
Gerakan Nusantara Satu Harga, dapat dilakukan melalui kebijakan Presiden Prabowo terkait Koperasi Merah Putih (KMP), namun dengan pola implementasi yang saat ini tidak akan tepat dalam mengatasi problem distribusi harga barang konsumsi di setiap kepulauan nusantara, karena itu, Mahasiswa perlu mendorong Pemerintah Pusat melalui Presiden Prabowo untuk melakukan Reformasi tata kelola KMP, secara menyeluruh sesuai konstitusi yang diamanahkan.
KMP harus dibangun dalam nilai-nilai dasar ekonomi bangsa yang dirumuskan dalam konstitusi sebagai asas ekonomi bersama, meletakan pasar sebagai instrumen konsulidasi ekonomi bangsa, bukan melakukan pembiaran pasar menjadi lahan para oligarki memainkan harga yang tak terkendali.
Fokus Group Disccussion (FGD) bertema “Nusantara Satu Harga” di Ball Room Batik Hotel, Selasa [7/7]. menghadirkan 3 narasumber: Mukhtar Adam (Ekonom Malut), Naslatan Ukhra Kasuba [Politisi Gerindra/Ketua Komisi 1 DPRD Prov], dan Sahroni Ahirto Ahli Kebijakan Publik.
FGD dihadiri perwakilan HMI, IMM, KAMMI, GMKI, BEM dan Aktivis Mahasiswa lintas Universitas.








Komentar