oleh

ISU HOT! Gubernur Sherly Dikabarkan Promosikan Suryani Antarani Jadi Kepala BPKAD Malut, Padahal Terseret Dugaan Korupsi Rp2,8 Miliar

-HEADLINE-1308 Dilihat

Rinciannya cukup telak:
1. Penyedia BBM tidak mengakui belanja Rp447.882.000
2. Penyedia ATK menolak transaksi Rp2.065.718.000
3. Penyedia jasa makan minum membantah ada pemasukan Rp324.900.000

Artinya, uang negara dicairkan dan diambil, tetapi barang dan transaksinya tidak ada.

Kasus ini pernah disorot  Fajrin melalui www.brindonews.com dalam berita “ Desak Polda Periksa Suryani Antarani, Ada Nota Palsu Rp2,8 Miliar”.

Baca Juga  Rakernas JKPI XII ! Rizal Marsaoly : Panggung Diplomasi Budaya — Ternate di Peta Nasional Sebagai Kota Sejarah dan Kota Rempah

“Temuan BPK sudah cukup jadi dasar hukum. Suryani Antarani wajib dipanggil dan diperiksa untuk mempertanggungjawabkan hilangnya uang rakyat Rp2,8 miliar itu. Jangan biarkan jabatan menjadi alasan untuk lepas dari jerat hukum,”tegas Fajrun dalam pemberitaan tersebut.

Dituding Kebijakan “KKN” dan Langgar Meritokrasi

Jejak Suryani sebagai mantan Kepala BPKAD Morotai sudah diberitakan luas sejak diboyong Gubernur Sherly Tjoanda ke Pemprov Malut. Ia disebut bagian dari “skuad” Benny Laos di Morotai.

Baca Juga  HOT ISSUE! Beredar Issu Ada Aksi Demo ke KPK dan Bank DKI: Kawal Kasus Dugaan Korupsi Gubernur Malut & Tolak Pinjaman Rp1 Triliun

Kini, rencana promosi Suryani ke kursi BPKAD Provinsi memicu keitik publik.

MA, pengamat politik, menyebut langkah Sherly sebagai kebijakan yang mengabaikan good governance.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *