oleh

ANALISIS EKONOMI : PMA RI Kalah Telak dari Vietnam & Malaysia: “Bukan Soal Pasar, Tapi Soal Birokrasi”, Kebijakan Prabowo Jadi Penawar

-Jakarta-1045 Dilihat

Ekonom Senior Prof. Didik J. Rachbini: Penyakit Kita Ada di Dalam Rumah Sendiri

JAKARTA,

JAKARTA, 30 Juni 2026 —Kebijakan Presiden Prabowo Subianto diakui pakar ekonomi menjadi penawar ampuh atas ekonomi bangsa yang tergerus oleh arus penanaman modal asing yang menurun.

Ya, angja tidak berbohong. Arus Penanaman Modal Asing [PMA] ke Indonesia sedang tertinggal jauh dari tetangga.

Baca Juga  REAKSI POLITIK: PENGUSAHA DAN KNPI SATU PANGGUNG BAHAS KESEJAHTERAAN MALUT

Data terbaru menunjukkan rasio investasi asing terhadap PDB Indonesia hanya 1,8%. Sementara Vietnam 4,2%, Malaysia 3,7%, dan *Singapura 27,8%.

Menurut Prof. Didik J. Rachbini, Rektor Universitas Paramadina sekaligus Ekonom Senior INDEF,  penyebabnya bukan karena pasar Indonesia kecil. Akar masalahnya ada di *struktur dan kelembagaan.

1. AKAR MASALAH: 3 PENYAKIT YANG BIKIN INVESTOR LARI

Baca Juga  Baru Dilantik, Kepengurusan HIKMU Ketum Askan Naim Langsung Digoyang Isu “Mosi Tidak Percaya HIKMU Ilegal”

Prof. Didik menyoroti 3 hambatan struktural utama yang membuat RI disalip:

1. Birokrasi Berbelit & Overregulated

Mengurus izin investasi di Indonesia bisa makan waktu 1-2 tahun karena tumpang tindih aturan pusat dan daerah.
Di Vietnam dan Malaysia? Hitungan minggu selesai.
“Investor itu tidak sabar. Kalau kelamaan, mereka pindah ke negara yang pintunya lebih cepat kebuka,” jelas Prof. Didik.

Baca Juga  Dr. Hendra Karianga Bakal Jadi Narsum Spesial di Podcast Bang Syukur Mandar, Bahas Isu Hukum Strategis!

2. High-Cost Economy / Ekonomi Biaya Tinggi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *