oleh

PEREMPUAN, API YANG TAK PERNAH PADAM DI DALAM SEJARAH (Sebuah Tanggapan atas Gagasan Jacob Ereste)


Tulisan Jacob Ereste seperti sebuah pengingat: bahwa kita perlu menulis ulang sejarah dengan hati yang jernih dan keberanian yang jujur. Bukan untuk menyingkirkan Kartini dari singgasananya, tetapi untuk membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan lain untuk berdiri sejajar dalam ingatan kolektif bangsa.

Sebab keadilan dalam sejarah bukanlah soal siapa yang paling terang, tetapi siapa yang selama ini dipadamkan.

Baca Juga  WASPADA OPERASI CIAMUK = CIPTA KONDISI CHAOS"*OLEH LONDO IRENG

Hari ini, kita hidup di republik yang dibangun bukan oleh satu suara, melainkan oleh paduan suara yang kompleks—dan perempuan adalah bagian tak terpisahkan dari harmoni itu.

Jika kita terus menyederhanakan sejarah hanya pada satu figur, maka kita sedang mengkhianati kenyataan. Kita sedang mengerdilkan perjuangan yang seharusnya megah.

Sejarah harus ditulis ulang—bukan dengan niat membongkar, tetapi dengan keberanian untuk melengkapi.

Baca Juga  CATATAN BUNG USSER ! FINAL PIALA DUNIA 2026: FINAL YANG MENGECEWAKAN — ARGENTINA TAMPIL BAK TIM DEBUTAN

Akhirnya, biarlah artikel ini menjadi semacam doa yang panjang:

Agar kita tidak lagi memuja sejarah seperti mitos yang beku,
tetapi merayakannya sebagai kebenaran yang hidup.

Agar perempuan-perempuan yang terlupakan tidak lagi menjadi bayang-bayang,
melainkan cahaya yang kembali menemukan namanya.

Dan agar republik ini belajar satu hal yang paling sederhana namun paling sulit:
bahwa keadilan bukan hanya untuk masa kini, tetapi juga untuk masa lalu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *