Forum Pejuang Pemekaran Provinsi Maluku Utara yang menginisiasi Dialog Terbuka ini menurut Arsad karena arah perjuangan provinsi Maluku Utara mulai tidak sesuai dengan cita cita awal para pejuang pemekaran provinsi yang harus ditebus dengan darah dan air mata.
” Kita cuma ingin mempertemukan semua pihak untuk duduk bersama dan saling terbuka dan mengkonfirmasi dugaan- dugaan yang di tulis media, itu saja,” tandas Arsad.
Jadwal baru dan tempat pelaksanaan menurut Arsad akan disampaikan secara resmi oleh panitia dalam waktu dekat.[]









Komentar