TERNATE — Direktur Eksekutif Malut Institute, AbduRahim Fabanyo, melontarkan kritik keras terhadap pemerintah di tengah melimpahnya sumber daya alam Maluku Utara. Menurutnya, kekayaan alam yang dimiliki provinsi itu belum berdampak pada kesejahteraan rakyat.
Dalam pernyataannya, AbduRahim merinci potensi Maluku Utara: emas, nikel, pasir besi, bijih besi, gas alam, mutiara, tuna, hasil laut melimpah, hutan lebat penghasil kayu berkualitas, kelapa, pala, cengkih, dan rempah-rempah lainnya.
“Dengan kekayaan yang banyak itu tapi masyarakat masih dibebani dengan pajak seperti PPN, PPh, pajak kendaraan, PBB, dan beban pajak lain seperti pajak restoran yang dibebani bagi yang makan,” ujarnya, Jumat 6 Juni 2026.














Komentar