oleh

Opini: “Operasi Kodok” dan Bahaya Menyurutnya Partisipasi Publik dalam Pembangunan

Oleh: Jacob Ereste 

Dalam teori komunikasi politik Harold Lasswell, kepercayaan adalah mata uang utama antara negara dan warga. Ketika trust defisit, partisipasi publik dalam pembangunan ikut menyusut. Inilah yang dikhawatirkan dari fenomena yang disebut sebagai “Operasi Kodok” — pola serangan informasi yang massif, menyebar ke delapan penjuru, dan menciptakan kegaduhan di ruang publik.

Dari Ijazah ke Intimidasi: Pola Delegitimasi yang Berulang

Baca Juga  Blusukan Kepala Daerah, Antara Kerja Nyata dan Ilusi Pencitraan

Kasus bermula ketika Jusuf Kalla meminta Joko Widodo menunjukkan ijazah asli agar polemik berakhir. Hemat saya, yang terjadi kemudian adalah “serangan balik massif” terhadap JK: dari tudingan penyandang dana, hingga pemenggalan pidato di UGM saat Ramadan yang dinilai memicu kesan perpecahan umat.

Padahal, dalam peace studies Johan Galtung, JK justru dikenal sebagai bridge builder dalam rekonsiliasi Poso, Ambon, dan Aceh. Ketika rekam jejak rekonsiliasi dipelintir menjadi narasi pemecah belah, yang rusak bukan hanya reputasi personal, tetapi modal sosial bangsa untuk berdialog.

Baca Juga  Menjaga Gelar Khalifatullah - Manusia - Sebagai Wakil Tuhan di Bumi

UU ITE dan Chilling Effect pada Partisipasi Publik

Saya menyoroti penggunaan UU ITE dalam pusaran ini. Secara teoritis, UU ITE bertujuan menciptakan ruang digital yang tertib. Namun dalam praktik, vagueness pasal karet kerap melahirkan chilling effect — warga takut bersuara karena ancaman kriminalisasi.

Data dan fakta yang seharusnya menjadi basis kritik, hemat saya, justru mendapat tekanan dan intimidasi, baik horizontal dari sesama warga maupun vertikal dari aparat. Dalam spiral of silence Elisabeth Noelle-Neumann, ketika suara kritis dibungkam, opini dominan yang tersisa adalah narasi tunggal. Akibatnya, fungsi kontrol publik terhadap program pemerintah melemah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *