Berdasarkan dokumen yang bocor, jaringanOpen Society Foundations (OSF) milik George Soros diduga menyalurkan dana hibah sebesar USD 1,8 juta (sekitar Rp28-30 miliar) ke Indonesia melalui Kurawal Foundation untuk periode 2026-2028.
Dana ini ditujukan untuk program masyarakat sipil, penguatan pemuda, dan pemantauan kebijakan.
Berikut adalah poin-poin utama terkait isu tersebut:
Tujuan Pendanaan: Dana tersebut diduga digunakan untuk mobilisasi masyarakat, penguatan kepemimpinan pemuda, dan pemantauan kebijakan, serta terindikasi mempengaruhi dinamika masyarakat sipil.
Aliran Dana: Dana disalurkan melalui Kurawal Foundation, yang mengelola program-program tersebut dalam rencana strategis “Membangun Jembatan, Mengisi Kesenjangan. Mengkonsolidasi Masyarakat Sipil untuk Demokrasi yang Bermartabat dan Berkebajikan”.
Konteks Waktu: Dana tersebut dianggarkan untuk periode 2026–2028.
Konteks Politik: Laporan menyebutkan kekhawatiran mengenai dampak pendanaan asing terhadap kemerdekaan demokrasi nasional dan dinamika politik, terutama menjelang tahun-tahun pemerintahan mendatang.
JIka dulu penulis masih aktif di LSM PPM Pusat Peran Serta Masyarakat di pimpimpin Mas Adi Sasono ,mas Ali ,Mas Habib Irchin .
Kita diajari mandiri bukan menjual kemiskinan pada lembaga Asing .
Keterlibatan LSM: Dokumen yang menunjukkan keterlibatan OSF di Indonesia dilakukan melalui Program Asia Tenggara setelah terhentinya hubungan dengan TIFA Foundation .
Isu ini memicu mengenai kedaulatan negara dan pengaruh pendanaan asing terhadap dinamika politik serta LSM di Indonesia
Bagaimana untuk melawan intervensi asing melalui antek- antek nya maka kita harus berani melakukan perlawanan kembali pada jati diri bangsa Indonesia kembali pada Pancasila dan UUD 1945 .
Menagih Partai Gerindra untuk mewujudkan Visi dan Misi Partai Gerindra kembali pada Pancasila dan UUD 1945 yang dustahkan 18 Agustus 1945







Komentar