oleh

Ketua Buruh Malut Kecewa: “Sherly di May Day IWIP Cuma Seremonial” : Aktivis Kritik Shery Lebih Pro Kapitalisme

-HEADLINE-304 Dilihat

Masita mengungkapkan, Dewan Pengupahan Provinsi Malut sudah mengusulkan UMP naik 4,5% atau menjadi Rp4.400.000. Angka itu dihitung berdasarkan standar hidup layak buruh atau KHL versi BPS dan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

“Tapi Gubernur kabarnya memutuskan 3% atau naik hanya Rp100.000 yang masih jauh dari standar KHL Rp4.400.000,” sesal Masita.

Baca Juga  IPM Maluku Utara Naik Tipis, Ekonom UMMU Kritik Arah Belanja Rp3,5 Triliun APBD 2025

Ia menyoroti kontradiksi kebijakan. “Gubernur sebelumnya AGK yang kala itu pertumbuhan ekonomi 27% bisa menaikkan UMP sampai 10%. Masa sekarang pertumbuhan ekonomi 34% hanya 3%,” katanya.

“Gubernur Seremonial, Buruh Butuh Keadilan”

Sebagai Ketua Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan SPSI Malut, Masita menilai Sherly minim perhatian pada nasib kaum buruh. Kehadiran di IWIP dinilai tidak membawa solusi konkret.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *