oleh

Gak Ada Pintu Untuk Stop Perang Antara Iran vs US-Israel

Perundingan menjadi alasan bagi kedua belah pihak untuk gencatan senjata. Ah, itu maunya Amerika. Stop ! Keduanya mau. Kalau Iran gak mau, gencatan senjata tidak terealisasi.

Dalam dua pekan gencatan senjata, masing-masing pihak menyiapkan diri untuk melakukan perang babak berikutnya. Kali ini, perang akan lebih dahsyat. Habis-habisan. Ini menjadi pertaruhan hidup dan mati. Jika Iran kalah, maka akan terjadi transformasi kekuasaan di negeri para mullah ini. Kalau Amerika yang kalah? Struktur geopolitik dan ekonomi dunia akan berubah.

Baca Juga  Obituary: KESUNYIAN DI MENARA GADING

Amerika tidak punya pintu untuk balik badan. Kalau ini dilakukan, pengaruh Amerika akan berangsur surut, lalu menghilang. Dolar akan kehilangan kedigdayaannya. Pelan tapi pasti, Amerika akan kehilangan statusnya sebagai polisi dunia. Kekuatan kontrol Amerika melemah dan tak lagi menjadi negara adidaya. Selanjutnya, dunia akan akan mengalami penataan ulang.

Bagi Amerika, No Point to Return. Amerika akan menyerang Iran. Habis-habisan. At all cost. Apapun taruhannya: meski ribuan nyawa prajurit, pengeluaran besar-besaran untuk logistik dan bahkan terjadinya gejolak politik internal karena amburadulnya ekonomi global. Tujuan Amerika satu: “mempertahankan status quo-nya sebagai penguasa dunia”. Inilah watak penguasa, dimanapun dan kapanpun, akan selalu mempertahankan status quo dengan semua resourches yang dimiliki. Penguasa tingkat manapun. Mereka tak ingin “lengser keprabon”. Amerika tak ingin kehilangan pengaruhnya.

Baca Juga  *Karya Sastra Penyair Indonesia Yang Religius dan Makna Spiritual*

Lalu, jika perang berlanjut, dan semakin dahsyat, apa pengaruhnya bagi dunia, khususnya Indonesia? Krisis !

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *