oleh

DI BALIK BAIT YANG BERGETAR – Mengapa Kita Masih Membutuhkan Puisi

Dalam setiap titik dan koma sebuah puisi, ada ruang bagi jiwa untuk bernapas. Ia menjaga agar kita tidak berubah menjadi sekadar angka dalam statistik atau sekrup dalam mesin besar industri.

Puisi memanusiakan kita kembali dengan mengingatkan bahwa kita adalah subjek yang memiliki sejarah, luka, dan harapan.
​Jembatan Menuju Keteladanan.

​Jika kita menilik sejarah para pemikir dan guru bangsa, kita akan menemukan bahwa puisi seringkali menjadi “puncak” dari intelektualitas mereka.

Baca Juga  PERNYATAAN IMPEACHMENT OLEH PROF STAIFUL MUZANI DAN FERY AMSYARI ADALAH INSKONTITUSIONAL ADALAH MAKAR

Ketika logika sudah mencapai batas tertingginya, ia akan berubah menjadi puisi. Itulah mengapa petuah-petuah luhur dan nilai-nilai budaya seringkali diwariskan dalam bentuk syair atau bait-bait puitis.

​Puisi menghubungkan kita dengan mata air keteladanan. Ia membuat ajaran moral yang berat terasa ringan dan meresap ke dalam sumsum tulang.

Melalui puisi, kita belajar tentang muru’ah (kehormatan diri), tentang empati kepada sesama, dan tentang kerendahhatian di hadapan Sang Maha Indah.

Baca Juga  PEREMPUAN, API YANG TAK PERNAH PADAM DI DALAM SEJARAH (Sebuah Tanggapan atas Gagasan Jacob Ereste)

-000-

Epilog: Menemukan Makna

​Pada akhirnya, fungsi puisi bagi manusia adalah untuk memastikan bahwa kita tidak pernah benar-benar merasa sendirian dalam kesunyian.

Puisi adalah kawan bicara yang paling jujur saat kita merasa terasing. Ia adalah kompas yang mengarahkan kita kembali ke fitrah kemanusiaan yang lembut dan penuh cinta.

​Di Hari “Puisi Nasional” ini, marilah kita kembali merayakan kata-kata yang “memanusiakan.”

Baca Juga  DI ANTARA GURU DAN MURID PENDIDIKAN YANG SALING MEMBASKAN

Sebab, dalam setiap bait yang bergetar, selalu ada harapan bahwa hidup kita—meski penuh liku—akan tetap mampu menemukan maknanya, sebagaimana kata selalu menemukan muaranya dalam puisi yang indah.(***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *