Lebih konyol lagi yang menerima PI bukanlah importir pemilik API-U, tetapi perusahaan jasa angkutan laut yg disebut dengan EMKL.
Para pejabat Kemendag memiliki jaringan dengan EMKL untuk izin impor/kuota diperdagangkan di pasar melaui penawara dari Orang ke Orang untuk menggunakan jasa kuota plush jasa EMKL dalam satu kesatuan manajem untuk menghindari temuan pajak/pencucian Uang.
Mata rantai pembusukan ini harus diakhiri sehubungan dengan kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak. Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Dirjen Daglu Tommy Andana segera diperiksa KPK, karena terindikasi pidana “mengganggu perekonomian nasional” dengan mengambil keuntungan dari setiap PI yang mendorong kenaikan harga barang khususnya pangan di dalam negeri.
Selain diadili, ketiga pejabat ini segera dicopot dari jabatannya karena dengan terang benderang mempraktekkan jual beli PI/ kuota impor pangan, PI yang di rilis pada Web hanya jumlah dan negara asal serta pelabuhan bongkar, tetapi nama perusahaan di sembunyikan, kondisi ini benar-benar sangat sistematis, terstruktur dan berencana sejak Zulkifli Hasan menjabat Mendag dan kini di wariskan kepada Budi Santoso dengan pertopeng Partai PAN??? Apalagi Mendag sekarang jadi anggota PAN?
Sementara disisi lain rakyat menunggu untuk kebutuhan puasa dengan harapan harga yang terjangkau dan tersedia cukup di pasar, baik pasar moderen maupun pasar tradisional.
Semoga tulisan ini dapat di baca Presiden Prabowo agar secepatnya mencopot pejabat korup yang tidak berpihak kepada rakyat ..!!!
Selamat menjalankan ibadah puasa.













Komentar