oleh

Negara-Negara Teluk Jangan Jadi Pengecut

Iran adalah negara yang berdiri di atas bangsa Persi. Ribuan tahun bangsa Persi memiliki peradaban besar. Persi pernah menjadi adidaya dunia bersaing dengan Romawi. Modal inilah yang membuat Iran solid, militan, mandiri dan punya kepercayaan diri yang tinggi. Kenyataannya, 47 tahun Iran diembargo, masyarakatnya tetap sejahtera. Negara tetap mampu berkembang, terutama dalam teknologi alutsista yang jauh melampaui negara-negara kawasan.

Meski pimpinan utamanya terbunuh, Iran menunjukkan eksistensinya. Iran cukup kuat dalam memberikan perlawanan. Sejumlah negara teluk yang selama ini dijadikan landasan militer untuk menyerang Iran, saat ini terjadi sebaliknya. Mereka menjadi sasaran serang bagi rudal Iran.

Baca Juga  MENAKAR KOMPAS BARU — Dialektika Transformasi IAIN di Bawah Kendali Dr. Adnan Mahmud, MA

Inilah konsekuensi perang. Negara-negara teluk itu menjadi sasaran yang sah, legal dan halal bagi Iran. Terutama yang dianggap memberikan dukungan terhadap militer Amerika.

Pasca penyerangan oleh Iran, atas nama tetangga kawasan dan satu agama, negara-negara teluk ini memperingatkan Iran. Disini, ada yang terasa ganjil. Yang mulai menyerang Amerika dengan menggunakan pangkalan negara-negra teluk, mengapa yang diperingatkan Iran? Kenapa bukan Amerika?

Baca Juga  Mengapa KPK tidak segera menangkap Bupati Kabupaten Bandung?

Atas nama kawasan, apalagi Islam sungguh amat sangat tidak relevan. Jika dari pangkalan mereka, Ayatollah Ali Khemrini terbunuh dalam penyerangan, tidakkah adil jika berlaku hukum sebaliknya.

Negara-negara teluk terlihat sekali “ketakutannya” kepada Amerika. Abai dan tidak peduli terhadap nasib Iran. Inikah logika tetangga, kawasan dan satu agama?

Menggunakan narasi agama untuk membujuk Iran merupakan suatu alasan yang tidak relevan. Begitu juga menggunakan isu kawasan. Justru kawasan teluk, karena dekat dengan Iran, dipakai untuk menyerang Iran. Kawasan teluk menjadi kawasan yang negatif dan kontra-produktif bagi Iran.

Baca Juga  ZAKAT DALAM JENDELA SOSIOLOGI -- ‎Antara Kewajiban Langit dan Keadilan Bumi

Mengapa negara-negara teluk takut kepada Amerika?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *