oleh

In Memoriam: Jenderal Try Sutrisno KESETIAAN DALAM SENYAP

– Langkah Sunyi Sang Jenderal Penjaga Fajar

Oleh: M.Guntur Alting

Ada sebuah jenis keheningan yang tidak lahir dari ketiadaan. Ia adalah kesunyian yang megah, seperti suara pedang yang disarungkan setelah pertempuran panjang. Atau seperti langit yang merunduk takzim saat fajar mulai menjemput sang penjaga.

Hari ini, Indonesia tidak sedang kehilangan seorang pemimpin; ia sedang mengantar pulang salah satu putra terbaiknya ke pelukan Ibu Pertiwi.

Baca Juga  Negara-Negara Teluk Jangan Jadi Pengecut

Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno adalah sebuah anomali yang indah di koridor kekuasaan. Di tengah riuh rendah ambisi dan gemerlap pangkat, ia memilih berjalan dengan satu pusaka yang kian langka: Kesederhanaan.

Langkahnya bermula dari debu barak Korps Zeni, menanjak hingga ke puncak tertinggi sebagai Panglima dan Wakil Presiden, namun hatinya tak pernah beranjak dari tanah tempat ia berpijak.

Baca Juga  MENJAHIT RETAKAN BATIN

Ia adalah bukti hidup bahwa ketegasan tak harus bersalin rupa menjadi kekasaran, dan wibawa sejati justru memancar dari senyum yang tulus dan kebapakan.

Kini, seragam kebesarannya mungkin telah terlipat rapi dalam lemari sejarah. Namun, bagi kita yang ditinggalkan, jejaknya adalah peta. Semangat Sapta Marga yang ia bawa bukan lagi sekadar hafalan tugas, melainkan integritas yang dijaga hingga embusan napas terakhir.

Baca Juga  Iran dan Upayanya Membangun Tatanan Baru Dunia

Ia telah menyelesaikan “Operasi” terakhirnya di dunia ini dengan gemilang. Sebuah perjalanan tentang kesetiaan yang tak luntur oleh zaman, dan pengabdian yang tak lekang oleh jabatan.

Di antara bintang-bintang sejarah yang bertebaran, cahayanya akan tetap benderang—lembut, teduh, namun abadi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *