oleh

In Memoriam: Jenderal Try Sutrisno KESETIAAN DALAM SENYAP

Beliau tidak pernah mencoba “mencuri panggung” dari atasannya—sebuah etika kepemimpinan yang mungkin terasa asing bagi politisi hari ini.

Warisan terpenting Try Sutrisno justru terpahat setelah beliau melepaskan jabatan resmi. Di masa purnatugas, beliau tidak memilih menjadi “pemain di balik layar” yang haus pengaruh, melainkan menjadi oase moral.

Baca Juga  PELUIT YANG MENGIRIS HARAPAN DI GELORA BANDUNG LAUTAN API

Beliau kerap hadir di forum veteran dengan seragam rapi, menyuarakan pentingnya Pancasila bukan sebagai jargon politik, melainkan sebagai nalar hidup berbangsa.

Suaranya yang lembut namun berwibawa menjadi pengingat di tengah gaduhnya polarisasi: bahwa di atas segala kepentingan kelompok, ada entitas bernama Indonesia yang harus dijaga bersama.

–000–

Kepergian Jenderal Try Sutrisno adalah pengingat tentang pentingnya integritas yang sunyi. Beliau mengajarkan bahwa pengabdian tertinggi tidak memerlukan pengakuan yang gegap gempita.

Baca Juga  MENYEMAI BENIH KESADARAN DI RUANG KELAS

Cukup dengan bekerja dalam diam, setia pada janji, dan menjadi manusia yang tahu cara menghargai sesama.

Selamat jalan, Sang Jenderal.

Indonesia mungkin akan melahirkan banyak pemimpin baru, namun akan sulit menemukan sosok yang mampu memadukan ketegasan militer dengan kelembutan nurani sedalam yang Anda tunjukkan. (***)

Ciputat, 2 Maret 2026
Pukul : 11.10

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *