oleh

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

-HEADLINE-1823 Dilihat

Anggota Badan Hisab dan Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, menjelaskan bahwa pada 17 Februari 2026, posisi hilal di Jakarta masih negatif. Matahari terbenam pada pukul 18.15 WIB, sementara umur bulan sabit baru 50 detik, yang berarti hilal belum lahir secara astronomis.

“Ijtimak atau konjungsi terjadi pada 17 Februari pukul 19.01 WIB, dengan umur hilal 0 jam. Tinggi hilal di Indonesia berkisar antara -2,41 derajat hingga -0,93 derajat,” jelas Cecep dalam seminar penentuan awal Ramadan 1447 H.

Baca Juga  Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari, Pemkot Ternate Kebut Penanganan Dampak Gempa M 7,6

Cecep menambahkan, metode penentuan awal bulan Hijriah dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan langsung). Dalam sidang isbat kali ini, kedua metode tersebut digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *